
Perjuangan Raden Ajeng Kartini tidaklah sebentar dan semulus yang kita bayangkan atau kita alami saat ini. Perjuangan dalam mewujudkan cita-citanya, membutuhkan pengorbanan besar dan kerja keras, yaitu cita-cita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sebagai perempuan yang memiliki jiwa Kartini, kita hendaknya mengadopsi dan meneruskan cita-citanya. Bagaimana kita kemudian mengadopsi cita-cita Kartini di era digital ini. Era yang semakin canggih, di mana komunikasi dan informasi semakin mudah kita akses. Kalau dulu Kartini harus mengirmkan surat untuk berkomunikasi dengan temannya di luar negeri dalam rangka berdiskusi atau menyampaikan gagasanya, sekarang kita bisa menggunakan fasilitas email, YM, facebook, dll untuk dapat berkomunikasi dengan siapapun dan kapanpun. Dengan adanya internet, jaringan massa semakin luas menembus batas, baik jarak maupun waktu. Ditambah dengan fasilitas-fasilitas jejaring sosial yang semakin beragam, seperti facebook, twitter, blog, dll.
Teknologi informasi telah membuka mata dunia akan sebuah dunia baru, interaksi baru, dan sebuah jaringan dunia yang tanpa batas. Disadari betul bahwa perkembangan teknologi yang disebut internet, telah mengubah pola interaksi masyarakat, yaitu: interaksi bisnis, ekonomi, sosial, dan budaya. Internet telah memberikan kontribusi yang demikian besar bagi masyarakat, perusahaan / industri maupun pemerintah. Hadirnya internet telah menunjang efektifitas dan efisiensi, terutama peranannya sebagai sarana komunikasi, publikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh berbagai lapisan masyarakat. Baik masyarakat bisnis, akademis, maupun masyarakat pada umumnya.
Akses untuk terjun ke dunia maya ini semakin sangat mudah dilakukan oleh masyarakat Indonesia . Pengguna internet di Indonesia terus meningkat dengan cepat dari tahun ke tahun. Menurut Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) , jumlahnya sudah mencapai 45 juta (sumber: detikINET), padahal di tahun 1999, jumlah pengguna internet di tanah air baru ada di angka 1 juta pengguna, jadi bisa dibayangkan seberapa cepat lonjakannya. Bahkan, sesuai dengan misi WSIS (World Summit on the Information Society),
targetnya pada 2005 nanti separuh penduduknya sudah memiliki akses internet,
Internet telah menggantikan posisi perpustakaan ataupun buku yang merupakan gudang ilmu pengetahuan. Semua informasi dari dulu hingga kini termuat dengan cukup lengkap di internet. Situs-situs seperti wikipedia menjadi perpustakaan online terbesar, dimana hampir semua informasi akan kita peroleh dengan mudah dan gratis (karena hanya bayar biaya akses internet saja). Belum lagi layanan ebook-ebook gratis yang isinya beragam dan selalu mengikuti perkembangan waktu. Dengan sebuah flash disk 8 GB, kita dapat membawa ratusan bahkan ribuan buku-buku di dalam saku kita. Orang juga rela menyisihkan (lebih tepatnya menganggarkan) dana dan waktu untuk dapat mengakses internet karena manfaatnya yang besar.
Selain internet, dengan bermunculnya teknologi telephone seluler dapat semakin mendukung cita-cita Raden Ajeng Kartini, XL sebagai salah satu operator seluler, tidak kalah juga peranannya dalam memberikan kontribusi terhadap pencerdasan kehidupan bangsa dengan memberikan fasilitas-fasilitas akses informasi seperti layanan e-reading yang bertajuk XL Baca. Melalui layanan ini, XL menyediakan konten berupa buku, majalah, koran dan konten lain melalui aplikasi yang tersedia di dalamnya. XL menjali kerjasama dengan Huawei bundling tablet dengan kartu prabayar XL. Pembeli paket ini akan mendapatkan benefit akses gratis internet unlimited dan layanan XL Buku. Setiap pembelian tblet Huawei S7, pengguna bisa mengakses berbagai bacaan digita; secara gratis selama satu bulan. Setelah satu bulan baru dikenakan biaya dan besarnya tarif diknakan bervariasi tergatung jenis bacaan dan jenis aksesnya. Yang dimaksud jenis aksesnya di sini adalah apakah pengguna ingin membeli konten bacaan atau sekedar menyewa untuk selang waktu tertentu. Sedangkan jenis bacaanya berupa koran,majalah dan buku. Untuk rentang tarifnya paling murah harganya Rp 1000. Untuk sistem pembayarannya langsung dipotong ke pulsa pelanggan (pra bayar) atau dibebankan ke tagihan (pasca bayar). XL Baca akan tersedia di beberapa tablet terbaru lainnya. Untuk saat ini XL Baca baru tersedia untuk aplikasi Android. Tapi tidak tersedia di Android Market. Melainkan akan dimasukkan ke dalam perangkat tablet yang dibundling dengan XL. “Ke depannya XL Baca tidak menutup kemungkinan tersedia untuk OS lainnya,” ujar Febrianti Nadira, Head of Communication XL.
Sebagai perempuan, cita-cita Kartini harus kita teruskan. Dengan berbagai peran yang kita miliki, baik sebagai istri, ibu rumah tangga, ataupun pekerja hendaknya senantiasa berupaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Pemikiran, ilmu, ataupun ide-ide kita dapat kita tuliskan di jejaring sosial yang ada, sehingga dapat diakses oleh siapapun dan kapanpun. Misalnya dengan membuat blog, ataupun ditulis pada note facebook. Akses internet juga dapat memudahkan kita memberikan pengajaran pada orang-orang disekitar kita. Mencari bahan-bahan pembelajaran/referensi untuk anak/ murid/keluarga kita, dapat dengan mudah kita searching di internet lewat fasilitas google search, misalnya
Dengan momentum hari Kartini ini, maka mari kita berupaya mengadopsi cita-citanya. Menjadi perempuan cerdas dan turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.