RESENSI BUKU
Tulisan Ummu Tia saat Ramadhan 1431 H
KELUARGA PERADABAN
Buku yang berjudul 10 Bersaudara Bintang Al Qur’an ini adalah buku yang inspiratif. Dalam buku ini kita berhadapan dengan sebuah keluarga peradaban yang dibangun oleh Pak Tamim dan Bu Wiwi. Membangun keluarga peradaban tidaklah mudah. Dibutuhkan proses, jiddiyah, dan keistiqomahan. Dan yang pasti akan dihadapkan pada berbagai ujian. Namun, yakinlah insya ALLAH dengan azzam yang kuat itu semua dapat terlewati dan keluarga peradaban yang dicita-citakan dapat terwujud.
Lewat buku ini kita juga diajak berkenalan secara langsung dengan sosok-sosok istimewa dalam keluarga mereka. Anak-anak yang cerdas. Yang tentu saja lahir dari orangtua yang “cerdas” pula. Keluarga adalah madrasah pertama bagi anak. Di sanalah karakter anak akan dibentuk. Peran ayah dan ibu sangatlah signifikan.
Mengenal sosok Bu Wiwi secara langsung, sebenarnya pernah saya lakukan. Tahun 2008, tepatnya saat itu saya dan beberapa teman dalam satu halaqah ditunjuk sebagai panitia daurah, dimana Bu Wiwi menjadi salah seorang pengurusnya. Saat itu Bu Wiwi mengajak salah seorang putranya, Basyir, untuk tampil tasmi’ dalam acara tersebut. Walaupun tidak sempat berbincang lama dengan beliau, karena beliau harus mengisi beberapa sesi dari daurah tersebut, tapi Subhanallah…. kekaguman saya pun berlanjut dengan keinginan untuk “mengikuti” jejak beliau. Setelah membaca buku ini semakin menambah ghirah saya untuk berikhtiar mengantarkan putra dan putri kami untuk menjadi generasi Robbani, generasi yang belajar dan mengajarkan al qur’an. Insya ALLAH… ALLAHU AKBAR!!!
Alhamdulillah beberapa metode yang digunakan keluarga ini secara tidak langsung telah diterapkan di keluarga kami. Anak diajak berinteraksi dengan al qur’an sejak kecil. Dan yang tidak kalah penting adalah keteladanan…
Rasululah menjadi suri tauladan dalam mengelola putra-putri yang banyak dengan berbagai macam karakter. Rasulullah adalah murabbi para sahabatnya dan para pengikutnya hingga akhir zaman. Pada akhir hayatnya, beliau tidak mengkhawatirkan dirinya sendiri, tidak mengkhawatirkan keluarganya, mengkhawatirkan umatnya. Murabbi sejati mengkhawatirkan orang-orang yang mengikutinya daripada dirinya sendiri. Demikian pula Pak Tamim dan Bu Wiwi, mereka sangat mengutamakan dakwahnya sehingga mengelola keluarga pun dibingkainya dengan pengelolaan da’awi.




Assalamu’alaikum umi… bukunya bagus
Harga bukunya berapa ya Mbak ?
Kayaknya bagus!
hrgnya sekitar Rp 30 ribuan (dulu)..
. iya bagus sekali n menginspirasi